Jadi
Home » News » Tutup Sekolah Restorasi, Politisi NasDem Ini Sampaikan Tiga Hal

Tutup Sekolah Restorasi, Politisi NasDem Ini Sampaikan Tiga Hal

Senin, 28 Februari 2022 08:58

Penulis :
H Sulaeman L Hamzah Saat menutup Sekolah restorasi. Foto by Emanuel Eman Riberu
1610009175

JPAnggota DPR RI dari Papua Sulaeman L Hamzah menutup kegiatan sekolah restorasi di Kabupaten Merauke periode Januari-Desember 2021.

Rangkaian acara penutupan berlangsung di Taman Wisata Wasur, Merauke, Sabtu (26/2/2022) sore.

Sulaeman mengatakan, ada tiga hal positif yang diperoleh peserta sekolah restorasi selama mengikuti materi pelajaran dalam setahun berjalan.

Politisi NasDem ini menyebut tiga hal positif tersebut meliputi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

“Ketiga hal ini yang membawa kita jadi generasi emas di Anim Ha. Tiga hal ini yang meningkatkan SDM kita ,” ujar Sulaeman.

Melalui sekolah tersebut, kecerdasan intelektual yang melekat pada tiap individu lebih ditempa. Begitupun dengan kecerdasaan emosional dan spiritual, semakin matang.

“Sekolah ini hadir untuk membantu meningkatkan SDM anak muda Papua, di selatan khususnya,” tuturnya.

Sementara Kepala Sekolah Restorasi, Fauzun Nihayah mengatakan sekolah restorasi menjadi alternatif pembangunan sumber daya manusia generasi muda di wilayah itu.

Penggagas sekolah restorasi di Merauke ini mengungkapkan, lembaga pendidikan nonformal itu dibuka untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pengetahuan dan keterampilan.

“Beberapa kali ke dapil, saya temukan anak-anak Papua saat diajak bicara, mereka minder, kurang percaya diri,” kata Fauzun.

Hal inilah yang kemudian mendorong Fauzun mendirikan sekolah tersebut.

“Bukan karena kami dari partai politik, lalu semua terkait dengan isu-isu politik, tidak,” ujarnya.

Materi yang diberikan lebih kepada penguatan SDM, seperti public speaking, teknik lobi dan negoisasi, kewirausahaan, kepemimpinan dan organisasi hingga jurnalistik.

“Kami meminta pengajar dari luar yang memang kompeten. Setelah setahun berjalan, akhirnya saya temukan banyak bibit yang sangat luar biasa,” tuturnya.

Fauzun menambahkan, sebagian besar peserta ialah anak muda Papua yang tengah kuliah di perguruan tinggi serta yang telah lulus SLTA.

“Selain dari Merauke, mereka ada yang dari Boven, Asmat dan Mappi. Materi diberikan sebulan sekali. Maret ini kami buka gelombang kedua,” imbuhnya.

Salah satu peserta, Wati mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ilmu dan pengalaman secara cuma-cuma dari sekolah tersebut. Pendaftaran dan fasilitas pun diberi gratis.

“Dulu saya gugup berbicara di depan umum, sekarang bisa tampil dengan percaya diri. Banyak hal yang kami peroleh, termasuk bagaimana memulai wirausaha,” kata dia.

Wati menambahkan bahwa ia akan mengembangkan potensi dirinya untuk bersaing dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.

Tags :

iklan03

Berita Terkait

Rekomendasi