WhatsApp Image 2022-12-29 at 02.31.03
Home » News » Srikandi Papua Selatan Yosefin Iriani Kewamijai Turun Dampingi Petani Jagung Dari Hilir ke Hulur

Srikandi Papua Selatan Yosefin Iriani Kewamijai Turun Dampingi Petani Jagung Dari Hilir ke Hulur

Senin, 9 Januari 2023 12:35

Penulis : Urbanus jurnalisme Warga
Editor : Redaktur
JURNAL PAPUA BANNER

JP-Yosefin Iriani Kewamijai mengunjungi petani jagung pakan ternak nusantara di kampung marga mulya distrik semangga kabupaten merauke, pada  Minggu 08 januari 2023

Yosefin mengatakan bahwa keahlihan dan talenta yang di miliki petani nusantara sudah sangat bagus, di nilai dari pencapaian petani mulai dari proses olah tanah , pembibitan , tanam ,perawatan sampai panen dan proses menuju market mereka sudah terbiasa melakukannya sehingga hasil yang di peroleh sudah cukup baik.

“Namun perlu adanya dukungan secara berkala dan pendampingan rutin mengawali proses demi proses sehingga yang menjadi tujuan dapat tercapai”ujarnya

 Yosefin menyampaikan, Kelompok tani nusantara  sudah panen hasil jagung sebanyak setengah bagian dari luas lahan yang mereka miliki, namun pengawalan dari proses tanam dan dukungan dari pihak terkait itu juga sangat di butuhkan.

“ Proses tanam hingga perawatan masih ada kendala berupa alat alat pendukung olah tanah  jagung, obat hama ketika jagung di serang, pupuk, dan peralatan pendukung pasca panen sehingga dengan swadaya dan alat yang terbata, namun dengan begitu petani nusantara masih bisa tetap berjuang”ucap permpuan yang menyandang Nama  Srikandi Papua Selatan

Kata Yosefin menambahkan, Dari hulu hingga hilir di buktikan dengan panen tahap awal saat program jagung ini turun ke mereka penerima program mereka sudah pernah panen namun terkendala di pemasaran. Oleh karenanya pengawalan proses penanaman sampai pemasaran masi perlu untuk dibantu dalam pemasaran hasil panen petani.

Demikian juga dikata salah satu petani jagung sriyanto bahwa sudah pernah berhasil tanam hingga proses market namun ia harus menunggu sebulan untuk menjualnya ke pembeli karena dalam sebulan pembeli hanya bisa membeli  atau  membutuhkan 1 ton. Sementara hasil panen mereka lebih dari satu ton.

“Pembeli, membeli jagung hanya untuk kebutuhan ternaknya sehingga ketika panen tidak bisa kita menjualnya sekaligus hasi panen yang kami peroleh, kami menjual bertahap dan jagung di simpan menunggu kebutuhan”kata Sriyanto

Lanjut Sriyatno petani sangat senang  ketika program turun dari proses hulu hingga hilir berjalan lancar tidak membuat kecewa dengan proses pemasaran petani ketika panen sudah ada yang membeli, hal tersebut sangat menguntungkan para petani jagung.

 sriyatno  berharap, selain di dampingi perlu adanya kolaborasi yang baik dalam hal pemberian pelatihan bagi petani jagung sehingga ilmu yang di dapatkan terupdate terus dan bisa di gunakan sesuai dengan kemauan pasar, kelompok tidak hanya di bekali modal berupa biaya ataupun peralatan pendukung namun di bekali ilmu sehinga kemajuan petani di rasakan oleh kelompok maupun masyatakat,

“Denagn begitu kita tidak perlu lagi bingung dan bertanya tanya setiap kali program turun sudah lengkap sampai pemasaran sehingga petani tidak kebingungan saat panen”tuturnya

Para petani jangung tersebut sangat mengharapkan Harapan  kolaborasi dengan berbagai pihak mulai dari hulu hingga hilir sehingga terciptanya petani maju dan modern.

 

Di saat itu juga ada sekelompok petani orang asli papua yang merasa di kecewakan karena sudah berapa kali gagal panen dan pemasaran padahal niat untuk bertani jagung sudah sangat di rasakan dengan adanya kerjasama yang baik antara kelompok sejak awal tanam.

Albertus kombian angota kelompok petani Asli Papua  mengutarakan , dirinya sangat kecewa karena pemdampingan tidak di lakukan dengan baik di bandingkan awal program ini.

“Kami  harus menunggu pupuk dan obat hama dan juga peralatan pendukung lainnya dan juga modal  yang kami kelola sendiri sehingga di rasakan oleh semua anggota kelompok” ucap Albertus kombian

Kata Albertus  apabila ada program lagi mohon di siapkan baik sehingga dapat di rasakan manfaatnya oleh petani orang asli papua.

 “Lahan kami ada, tenaga kami siap namun perlu pemdampingan penuh hingga ke pemasaran sehingga keberhasilan dicapai dengan baik dan dirasakan manfaatnya bagi petani”tambahnya

Dia juga berharap ke depan tidak lagi terulang seperti yang sudah di alami ini petani harus diuntungkan bukan di rugikan.

 

Tags :

iklan03

Berita Terkait

Rekomendasi