Jadi
Home » News » Prihatin Dengan Kondisi SD Nusantara, Dua Legislator Berikan Bantuan

Prihatin Dengan Kondisi SD Nusantara, Dua Legislator Berikan Bantuan

Rabu, 2 Maret 2022 12:56

Penulis : Nasrun Labata
Sulaeman L Hamzah dan Ibu Fauzun Nihayah berikan bantuan di SD Nusantara I Kelapa Lima Merauke
1610009175

JPAnggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L Hamzah dan anggota Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah selama sepekan ini melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Merauke.

Dalam kegiatan reses di wilayah Merauke, dua politisi NasDem ini juga menyempatkan diri menyambangi sejumlah sekolah, diantaranya SD Nusantara I di Kelurahan Kelapa Lima.

Di SD Nusantara I, keduanya menemukan kondisi sekolah serta murid-murid yang memprihatinkan. Baik Sulaeman maupun Fauzun cukup terharu dengan keadaan anak-anak itu. Mereka pun memberikan sejumlah bantuan untuk menunjang pendidikan di sana.

Sulaeman L Hamzah memberikan bantuan satu unit motor roda tiga untuk transportasi anak-anak, juga memberikan uang Rp5 juta untuk operasional.

Selain itu, ia janji akan menyalurkan bantuan sepatu kepada murid-murid SD Nusantara I, mengingat anak-anak tersebut tidak memakai alas kaki yang layak saat ke sekolah.

Sementara itu, Fauzun Nihayah memberikan bantuan 93 pasang seragam sekolah mengingat murid-murid tidak memiliki seragam yang layak, dan juga memberikan biskuit anak sebanyak 13 karton.

“Sekolah di daerah pinggiran kota semestinya mendapat perhatian dari pemerintah, sayangnya justru anak-anak belum mendapatkan perhatian,” kata anggota DPR RI, Sulaeman Hamzah, Selasa (1/3/2022).

Para guru SD Nusantara I, ungkap Sulaeman, mengeluh bahwa mereka tidak pernah merasakan bantuan Otsus. Padahal regulasi itu diperjuangkan dengan susah payah untuk menjawab kebutuhan masyarakat Papua.

“Mereka ini di pinggir kota, bukan di hutan. Di hutan juga saya melihat banyak kekurangan, itu bisa dimaklumi karena sejumlah faktor. Yang ini di depan mata, tapi tidak ada perhatian,” katanya mengkritik.

Selain Otsus, jelas dia, pemerintah pusat juga mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat asli Papua melalui Inpres Nomor 9 Tahun 2020, tentang Percepatan Pembanguan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Anak-anak Papua adalah masa depan Papua. Harapan kita ada di pundak mereka, jadi seharusnya kita memberikan perhatian kepada mereka. Terutama melalui pendidikan,” ujarnya.

Sulaeman berharap pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan memberikan perhatian serius kepada sejumlah sekolah di pinggiran kota.

“Ini baru satu sekolah, belum yang lainnya. Saya ajak kita semua melihat dan memberikan bantuan kepada anak-anak kita yang membutuhkan bantuan pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu anggota Komisi V DPR Papua, Fauzan Nihayah mengatakan, beberapa waktu lalu ia menyambangi sekolah itu, dan melihat anak-anak tidak memakai seragam yang layak.

“Para guru mengeluhkan sudah tiga tahun anak-anak tidak punya seragam. Saat itu saya janji untuk berikan bantuan, hari ini saya datang untuk menepati janji itu,” ujarnya.

Fauzan mengungkapkan bahwa apa yang diberikan itu semata-mata panggilan kemanusiaan serta keprihatinannya terhadap anak-anak di sekolah tersebut.

Menurut dia, anak-anak Indonesia merupakan generasi emas bangsa, karenanya mereka harus mendapatkan perhatian, termasuk juga anak-anak Papua.

“Kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk masa depan generasi kita. Mereka yang nanti meneruskan cita-cita bangsa ini untuk menjadikan Indonesia sejahtera,” pungkasnya.

Tags :

iklan03

Berita Terkait

Rekomendasi