Jadi
Home » News » AL Ustad  Muhammad Tahir Sulaiman.Lc : Pentingnya Meneladani Ahlak Rasulullah Nabi Muhammad SAW

AL Ustad  Muhammad Tahir Sulaiman.Lc : Pentingnya Meneladani Ahlak Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Minggu, 16 Oktober 2022 10:46

Penulis : Irwan Awaludin
Editor : Redaktur
Al Ustad Muhammad Tahir Sulaiman Lc. Sedang menyampaikan ceramah hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Raudahtul Jannah
1610009175

JP-Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mappi selenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bertempat Mesjid Raudahtul Jannah di Kepi

Peringatan Maulid Nabi itu mengusung” Tema Melalui Teladan Nabi Muhammad SAW Kita Tingkatkan Solidaritas Antar Umat Beragama Dan Tingkatkan Persatuan Dan Kesatuan Bangsa”. Minggu siang (16/10/2022)

Hadir pada kesempatan itu Pejabat Bupati Mappi Michael.R.Gomar, Kepala Kantor Urusan Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mappi, Bimas Kristen Kemenag Kabupaten Mappi, Bimas Islam Kemenag Kabupaten Mappi.l.

Ketua PKM se Kabupaten Mappi, Ketua Ormas, TNI/POLRI,Tokoh Masyarakat, Paguyuban kelompok masyarakat serta Seluruh Umat Muslim Muslimat di Kepi. Menghadirkan penceramah yaitu Al Ustad Muhammad Tahir Sulaiman beliau adalah Imam Besar Mesjid Agung Mimika dan juga pimpinan Pondok Pesantren DDI Mimika.

AL Ustad  Muhammad Tahir Sulaiman dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya meneladani ahlak Rasulullah Nabi Muhammad SAW yaitu Ta’awun artinya tolong menolong.

Menurut <span;>AL Ustad  Muhammad Tahir Sulaiman,<span;> istilah dalam ilmu aqidah dan akhlak, pengertian ta’awun adalah sifat tolong menolong di antara sesama manusia dalam hal kebaikan dan takwa.

Dalam ajaran islam, sifat ta’awun ini sangat diperhatikan, hanya dalam kebaikan dan takwa, dan tidak ada tolong menolong dalam hal dosa dan pelanggaran atau keburukan.

Oleh karen itu sifat ta’awun atau tolong menolong merupakan akhlak terpuji Nabi Muhammad SAW ,

Al Ustad juga menambahkan sifat selanjutnya Toleransi dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah tasamuh.

Secara bahasa toleransi berarti tenggang rasa. Secara istilah, toleransi adalah sikap menghargai dan menghormati perbedaan antar sesama manusia.

Allah SWT menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Perbedaan tersebut bisa menjadi kekuatan jika dipandang secara positif. Sebaliknya, perbedaan bisa memicu konflik jika dipandang secara negatif.

” Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ucap ustat Muhammad Tahir Sulaiman mengutip QS. Al-Hujurat: 13

Jadi, perbedaan dan kebhinnekaan itu adalah rahmat dan anugrah Tuhan. Allah SWT dengan sengaja menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan latar belakang bangsa, suku, agama, bahasa, warna kulit, dan lain sebagainya.

Karena itu, Allah SWT memerintahkan satu sama lain agar “lita’arafu”, yaitu saling mengenal dan bekerjasama.

Tags :

iklan03

Berita Terkait

Rekomendasi