Jadi
Home » Ekonomi » Peruhanan Pola Semi Port to Por dan Memangkas Birokrasi di Pelabuhan Merauke Merangsang Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Papua Selatan Khususnya Kabupaten Merauke

Peruhanan Pola Semi Port to Por dan Memangkas Birokrasi di Pelabuhan Merauke Merangsang Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Papua Selatan Khususnya Kabupaten Merauke

Jumat, 1 Juli 2022 11:38

Penulis : Nasrun La Bata
Editor : Redaktur
1610009175

JP-Turki rachmat k.sully.SH Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) kelas IV Merauke terus mendorong percepatan pembongkaran barang di pelabuhan kekas IV Merauke.

Menurut Turki rachmat k.sully.SH, dengan mempercepat pembongkar muatan barang di pelabuhan, maka secara otomatis akan mempercepat pula peningkatan perekonomian di Papua Selatan terkhusus di Kabupaten Merauke. Jumat (10/07/2022)

Oleh karenanya kata Turki, dirinya melakukan terobosan baru memangkas birokrasi dengan menjadikan sistem pelayanan birokrasi satu pintu.

“Kita melibatkan unsur masyarakat, yang tadinya pelabuhan sangat tertutup tentang informasi kini, saya buka informasi tersebut agar masyarakat bisa mengontrol sendiri karena masyarakat atau pemilik barang adalah raja jadi mereka berhak untuk mengontrol barang-barang kiriman mereka di pelabuhan” ujarnya

“Hampir diseluruh Indonesia kita mengalami kendala dalam pengoprasian kegiatan kepelabuhanan, olehnya itu saya merupabah pola kerja dan pola pembayaran jasa bongkar muat barang, dengan melibatkan pemilik barang untuk langsung membayar THC kepelindo” lanjutnya

Turki juga menambahkan, Pola dan tata car ini coba dijalankan dengan begitu menjadi multiplayer karena ketersediaan sumber daya barang semuanya tersedia, yang tentunya hal ini berimbas kepada percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Merauke.

“Saya tidak merubah prosudural aturan saya hanya memangkas birokrasi merubah Pola atau sistem yang tadinya masyarakat membayar ke Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) kini masyarakat atau pemilik barang dapat membayar langsung THC ke Pelindo tidak lewat pihak kedua atau pihak ketiga, sehinga masyarakat atau pemilik barang dapat memgawasi kegiatan oprasional pelabuhan” Turki rachmat k.sully.SH

Lanjut Turki Rahman, Dengan masyarakat atau pemilik barang membayar langsung ke Pelindo maka perusahaan pelayaran tidak mempunyai beban hutang dan Pelindo pun langsung mengerakan alatnya untuk membongkar barang atau kontainer dari kapal untuk segera menyuplai barang ke pemilik.

Dan KSOP juga memerapkan sistem dimana dalam waktu tiga hari pembongkaran barang harus terselesaikan, apa bila tidak selesai dalam jangka waktu tiga hari maka mereka akan kena Demurrage.

Disisi yang lain M Yasir salah satu pengusaha di Merauke membenarkan terkait percepatan barang suplai barang saat ini

“Beda dengan dulu kita pengiriman barang satu dua minggu masi tertahan di pelabuhan tapi sekarang, kapal sampai di pelabuhan Merauke paling lama kita menunggu tiga hari barang sudah di bawah ke rumah atau ke tempat tujuan” tutur M Yasir

M Yasir juga menilai bahwa kinerja Pak Turki rachmat k.sully.SH sebagai Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) dengan memamgkas birokrasi seperti ini sangat mempermuda akses kami sebagai pengusaha kecil-kecilan dan membantu kami.

“Kami sangat mengapresiasi pola kerja KSOP Merauke saat ini, selain mempermudah akses kami juga mempercepat pemulihan ekonomi secara menyuruh karena pelabuhan ini merupakan jantung perekonomian suatu daerah apa lagi sekarang daerah kita akan menjadi Provinsi Papua Selatan, maka langkah dan ide serta gagasan pak Turki rachmat perlu menjadi atensi khusus buat pemerintah pusat” tutup M Yasir

Tags :

iklan03

Berita Terkait

Rekomendasi